Kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. adalah al-Qur’an. Setiap muslim wajib mengimani al-Qur’an
dan juga kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya, yaitu: Zabur, Taurat
dan Injil. Al-Qur’an berfungsi untuk membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya.
Kita sebagai seorang muslim seharusnya mengenal al-Qur’an sebagai pedoman hidup (way of life). Untuk mengenal al-Qur’an, hendaknya dimulai dengan memahami apa pengertian al-Qur’an serta segala hal yang berkaitan
dengannya. Dan yang paling penting lagi adalah memahami isinya, untuk
selanjutnya dapat melaksanakan ajaran-ajaranya.
Pengertian Al-Qur`an
Para ulama dalam bidang ilmu al-Qur’an telah mendefinisikan al-Qur’an
menurut pemahaman mereka masing-masing, baik secara etimologi maupun terminologi.
Pengertian Al-Qur`an Secara Etimologi (Bahasa)
Menurut al-Lihyany (w. 215 H) dan segolongan ulama lain
Kata Qur’an adalah bentuk masdar dari kata kerja (fi'il) قَرَأَ artinya membaca,
dengan perubahan bentuk kata/tashrif (قَرَأَ - يَقْرَأُ - قُرْآنًا). Dari tashrif tersebut, kata قُرْآنًا artinya bacaan yang bermakna isim maf’ul (مَقْرُوْءٌ) artinya yang dibaca.
Karena al-Qur’an itu dibaca maka dinamailah al-Qur’an. Kata tersebut selanjutnya digunakan untuk kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. Pendapat ini berdasarkan firman Allah Swt. sebagaimana yang termaksud dalam QS. al-Qiyamah ayat 17-18:
إِنَّ
عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ . فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ
“Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya
itu.” (QS. Al-Qiyamah [75]: 17-18)
Menurut Al-Asy’ari (w. 324 H) dan beberapa golongan lain
Kata Qur’an berasal dari lafaz قَرَنَ yang berarti menggabungkan sesuatu dengan yang lain. Kemudian kata tersebut dijadikan sebagai nama Kalamullah yang
diturunkan kepada Nabi-Nya, mengingat bahwa surat-suratnya, ayat-ayatnya dan
huruf-hurufnya beriring-iringan dan yang satu digabungkan kepada yang lain.
Menurut Al-Farra’ (w. 207 H)
Kata al-Qur’an berasal dari lafad قَرَائِنُ merupakan bentuk jama’ dari kata قَرِيْنَةٌ yang berarti petunjuk atau indikator, mengingat bahwa ayat-ayat al-Qur’an satu
sama lain saling membenarkan. Dan kemudian dijadikan nama bagi Kalamullah
yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.
Menurut Az-Zujaj (w. 331 H)
Kata Qur’an itu kata sifat dari الْقَرْءُ yang sewazan (seimbang) dengan kata فُعْلَانٌ yang artinya الْجَمْعُ (kumpulan). Selanjutnya kata tersebut digunakan sebagai salah satu nama bagi kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw., karena al-Qur’an terdiri dari sekumpulan surah dan ayat, memuat kisah-kisah, perintah dan larangan, dan mengumpulkan inti sari dari kitab-kitab yang
diturunkan sebelumnya.
Menurut Asy-Syafi’i (w. 204 H)
Kata al-Qur’an adalah isim 'alam, bukan kata bentukan (isytiqaq) dari kata
apapun dan sejak awal memang digunakan sebagai nama khusus bagi kitab suci
yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. sebagaimana halnya
dengan nama-nama kitab suci sebelumnya yang memang merupakan nama khusus yang diberikan oleh Allah Swt. yaitu Zabur (Nabi Dawud as.), Taurat (Nabi
Musa as.) dan Injil (Nabi Isa as.).
Menurut Abu Syuhbah dalam kitabnya yang berjudul al-Madkhal li Dirasah
Al-Qur’an al-Karim, dari kelima pendapat tersebut di atas, pendapat pertamalah
yang paling tepat yakni menurut al-Lihyani yang menyatakan bahwa kata al-Qur’an merupakan kata bentukan (isytiqaq) dari kata قَرَأَ dan pendapat inilah
yang paling masyhur.
Ditinjau dari pengertian secara terminologi, para ulama’ juga berbeda-beda
pendapat dalam mendefinisikan al-Qur’an. Perbedaan itu terjadi disebabkan oleh
adanya perbedaan sudut pandang dan perbedaan dalam menyebutkan unsur-unsur,
sifat-sifat atau aspek-aspek yang terkandung di dalam al-Qur’an itu sendiri yang
memang sangat luas dan komprehensif. Semakin banyak unsur dan sifat dalam
mendefinisikan al-Qur’an, maka semakin panjang redaksinya. Namun demikian,
perbedaan tersebut bukanlah sesuatu yang bersifat prinsipil, justru perbedaan
pendapat tersebut bisa saling melengkapi satu sama lain, sehingga jika pendapat-pendapat itu digabungkan, maka pemahaman terhadap pengertian al-Qur’an akan
lebih luas dan komprehensif.
Pengertian Al-Qur`an Secara Terminologi (Istilah)
Muhammad Ahmad Muhammad Ma'bad
الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ هُوَ كَلَامُ اللهِ تَعَالَى الْمُعْجِزُ الْمُنَزَّلُ عَلَى خَاتَمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَاسِطَةِ أَمِيْنِ الْوَحْيِ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ الْمَنْقُوْلُ إِلَيْنَا بِالتَّوَاتُرِ، الْمُتَعَبَّدُ بِتِلَاوَتِهِ، الْمَبْدُوْءُ بِسُوْرَةِ الْفَاتِحَةِ وَالْمُخْتَتَمُ بِسُوْرَةِ النَّاسِ وَالْمُتَحَدَّى بِأَقْصَرِ سُوْرَةٍ مِنْهُ
"Al-Qur’an Al-Karim ialah kalamullah (firman Allah Swt.) yang mengandung mu'jizat, yang diturunkan kepada penutup para nabi dan rasul sayyidina Muhammad Saw., dengan perantara Jibril AS. yang disampaikan kepada kita secara mutawatir, bernilai ibadah membacanya, yang dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas, dan memberikan tantangan untuk membuat surat pendek semisal dari Al-Qur'an”
Abdul Wahab Khalaf
الْقُرْآنُ هُوَ كَلَامُ اللهِ تَعَالَى نَزَّلَ بِهِ الرُّوْحُ الْأَمِيْنِ عَلَى قَلْبِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بِأَلْفَاظِهِ الْعَرَبِيَّةِ وَمَعَانِيْهِ الْحَقَّةِ، لِيَكُوْنَ حُجَّةً لِلرَّسُوْلِ عَلَى أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ وَدُسْتُوْرًا لِلنَّاسِ يُهْتَدُوْنَ بِهُدَاهُ، وَقُرْبَةً يُتَعَبَّدُوْنَ بِتِلَاوَتِهِ، وَهُوَ الْمُدَوَّنُ بَيْنَ دَفَّتَيْ الْمُصْحَفِ، الْمَبْدُوْءُ بِسُوْرَةِ الْفَاتِحَةِ وَالْمَخْتُوْمُ بِسُوْرَةِ النَّاسِ، الْمَنْقُوْلُ إِلَيْنَا بِالتَّوَاتُرِ كِتَابَةً وَمُشَافَهَةً جِيْلًا عَنْ جِيْلٍ، مَحْفُوْظًا مِنْ أَيِّ تَغْيِيْرٍ أَوْ تَبْدِيْلٍ
"Al-Qur'an ialah kalamullah (firman Allah Swt.) yang diturunkan melalui Roh al-Amin (Jibril) kepada Rasulullah Saw. (Muhammad bin Abdullah) dengan lafaz bahasa Arab dan maknanya yang benar, agar ia menjadi hujjah bagi rasul, bahwa ia
benar-benar Rasulullah, menjadi undang-undang bagi manusia dan memberi petunjuk kepada mereka dan menjadi sarana untuk
melakukan pendekatan diri dan ibadah kepada Allah dengan membacanya, ia terhimpun dalam mushaf, yang
dimulai dari surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas, yang
diriwayatkan kepada kita dengan jalan mutawatir, baik secara tulisan maupun lisan dari generasi ke generasi, serta terjaga dari perubahan dan pergantian."
Aiman Rusydi Suwaid
الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ هُوَ كَلَامُ اللهِ تَعَالَى الْمُعْجِزُ الْمُنَزَّلُ عَلَى قَلْبِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، الْمُتَعَبَّدُ بِتِلَاوَتِهِ، اَلْمَكْتُوْبُ بَيْنَ الدَّفَّتَيْنِ الْمَنْقُوْلُ إِلَيْنَا بِالتَّوَاتُرِ، وَالْمُتَحَدَّى بِأَقْصَرِ سُوْرَةٍ مِنْهُ
"Al-Qur'an Al-Karim ialah kalamullah (firman Allah Swt.) yang mengandung mukjizat yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammad Saw., bernilai ibadah membacanya, yang ditulis dalam mushaf, disampaikan kepada kita dengan cara mutawatir, dan memberikan tantangan untuk membuat surat pendek semisal dari Al-Qur'an."
Syeikh Muhammad Khudari Beik
Dalam kitab Tarikh at-Tasyri’ al-Islam, Syeikh Muhammad Khudari Beik
mengemukakan definisi al-Qur’an sebagai berikut:
الْقُرْآنُ هُوَ اَللَّفْظُ الْعَرَبِيُّ الْمُنَزَّلُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلتَّدَبُّرِ وَالتَّذَكُّرِ الْمَنْقُوْلُ مُتَوَاتِرًا وَهُوَ مَا دَفَّتَيْنِ الْمَبْدُوْءُ بِسُوْرَةِ الْفَاتِحَةِ وَالْمَخْتُوْمُ بِسُوْرَةِ النَّاسِ
“Al-Qur’an ialah lafaz (firman Allah Swt.) yang berbahasa Arab, yang diturunkan
kepada Muhammad Saw., untuk dipahami isinya dan selalu diingat, yang disampaikan dengan cara mutawatir, yang ditulis dalam mushaf, yang dimulai dengan
surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas.”
Subkhi S̙halih̙
Subkhi Shalih mengemukakan definisi al-Qur’an sebagai berikut :
الْقُرْآنُ هُوَ الْكِتَابُ الْمُعْجِزُ الْمُنَزَّلُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمَكْتُوْبُ فِيْ الْمَصَاحِفِ الْمَنْقُوْلُ عَلَيْهِ بِالتَّوَاتُرِ الْمُتَعَبَّدُ بِتِلَاوَتِهِ
“Al-Qur’an adalah kitab (Allah Swt.) yang mengandung mu’jizat, yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad Saw., yang ditulis dalam mushaf-mushaf, yang disampaikan secara mutawatir, dan bernilai ibadah membacanya.”
Syeikh Muhammad Abduh
Sedangkan Syeikh Muhammad Abduh mendefinisikan al-Qur’an dengan
pengertian sebagai berikut :
الْقُرْآنُ هُوَ الْكِتَابُ اَلْمَكْتُوْبُ فِيْ الْمَصَاحِفِ الْمَحْفُوْظُ فِيْ صُدُوْرِ مَنْ عَنَى بِحِفْظِهِ مِنِ الْمُسْلِمِيْنَ
“Kitab (al-Qur’an) adalah bacaan yang tertulis dalam mushaf-mushaf, yang terpelihara di dalam dada orang yang menjaga(nya) dengan menghafalnya (yakni)
orang-orang Islam.”
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan beberapa unsur dalam pengertian al-Qur’an sebagai berikut :
a. Al-Qur’an adalah firman atau Kalam Allah Swt.
b. Al-Qur’an terdiri dari lafal berbahasa Arab
c. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.
d. Al-Qur’an merupakan kitab Allah Swt. yang mengandung mu’jizat bagi Nabi
Muhammad saw. yang diturunkan dengan perantara Malaikat Jibril
e. Al-Qur’an disampaikan dengan cara mutawatir (berkesinambungan)
f. Al-Qur’an merupakan bacaan mulia dan membacanya merupakan ibadah
g. Al-Qur’an ditulis dalam mushaf-mushaf, yang diawali dengan surah
al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Nas
h. Al-Qur’an senantiasa terjaga/terpelihara kemurniannya dengan adanya
sebagian orang Islam yang menjaganya dengan menghafal al-Qur’an
Nama-nama Al-Qur’an
Al-Qur’an sebagai kitabullah memiliki banyak nama. Kitab al-Itqan karya Imam
Suyuthi menyebutkan bahwa al-Qur’an memiliki 55 nama. Pendapat yang sama
juga disampaikan oleh Az-Zarkasyi. Bahkan dalam (Ensiklopedi Islam untuk Pelajar), disebutkan ada 78 nama-nama bagi kitab suci al-Qur’an. Beberapa nama al-Qur’an yang paling popular adalah :
Al-Qur'an (القرآن)
Al-Qur’an artinya bacaan atau yang dibaca. Lafaz قرآن ditemukan di dalam Al-Qur'an sebanyak 69 kali. Di antaranya adalah:
إِنَّ
هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ
الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi
kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi
mereka ada pahala yang besar."
Dinamakan القرآن karena dibaca dengan lisan. Juga mengandung kisah-kisah, perintah dan larangan, janji dan ancaman, ayat-ayat dan surah-surah lainnya.
Al-Kitab (الكتاب)
Al-Qur’an sering disebut sebagai kitabullah artinya kitab suci Allah Swt.
Al-Kitab juga bisa diartikan yang ditulis. Lafaz كتاب ditemukan di dalam al-Qur'an sebanyak 279 kali. Di antaranya adalah:
لَقَدْ
أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
"Sesungguhnya telah
Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab
kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?"
Al-Furqan (الفرقان)
Al-Furqan merupakan salah satu nama al-Qur’an, ditemukan sebanyak 3 kali. Di antaranya QS. al-Furqan [25]: 1
تَبَارَكَ
الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
“Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya
(Muhammad Saw.), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam
(jin dan manusia).”
Dinamakan الفرقان karena membedakan antara yang haq
dan yang batil, antara petunjuk dan kesesatan.
Adz-Dzikr (الذكر)
Adz-Dzikr berarti pemberi peringatan, maksudnya yang memberi peringatan
kepada manusia. Ayat yang menyebutkan adz-Dzikr sebagai nama lain kitab
al-Qur’an adalah:
إِنَّا
نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang
memeliharanya.” (QS. al-H̙ijr [15]: 9)
At-Tanzil (التنزيل)
At-Tanzil artinya yang diturunkan, maksudnya al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. melalui perantaan malaikat Jibril As.
untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia. At-Tanzil sebagai nama lain
al-Qur’an dikemukakan oleh S̙ubh̙i as-S̙alih̙, sebagaimana termaktub dalam:
وَإِنَّهُ
لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Dan sungguh, (al-Qur’an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam.”
(QS. asy-Syu’ara [26]: 192).
Sumber:
Yermijal Ferdian, Ilmu Tafsir (Jakarta: Kementerian Agama, 2019)
Syaifullah Amin, Al-Qur'an Hadis (Jakarta: Kementerian Agama, 2019)
Kementerian Agama, Qur'an - Hadits (Jakarta: Kementerian Agama, 2014)
Amar Ma'ruf dan Nur Hadi, Mengkaji Ilmu Tafsir 1 Untuk Kelas X Madrasah Aliyah Program Keagamaan (Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar