Senin, 20 Juli 2020

Kandungan Surah al-Isra` Ayat 12 Tentang Kebesaran dan Kekuasaan Allah

Bagaimana Terjadinya Siang & Malam?

Al-Qur'an Surah al-Isra` Ayat 12

وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ءَايَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَآ ءَايَةَ ٱلَّيْلِ وَجَعَلْنَآ ءَايَةَ ٱلنَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوا۟ فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ فَصَّلْنَٰهُ تَفْصِيلً

Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.

Memahami Kandungan Surah al-Isra` Ayat 12
Allah Swt. menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang ada di alam semesta, dengan maksud agar supaya manusia memikirkan dan merenungi Penciptanya. Allah Swt. menjelaskan bahwa Dia menciptakan malam dan siang, masing-masing sebagai tanda kekuasaan-Nya. Siang dan malam merupakan dua peristiwa yang selalu silih berganti yang sangat berguna bagi kemaslahatan manusia dalam menjalankan kewajiban agama dan urusan-urusan duniawi. 

Pergantian yang teratur seperti itu merupakan tanda kekuasaan Allah yang sangat jelas bagi manusia. Barang siapa yang memperhatikan dan memikirkan pergantian siang dan malam itu tentu akan yakin bahwa alam semesta ini ada yang mengaturnya dengan aturan-aturan yang sangat baik dan tepat, yang menunjukkan bahwa pengaturannya sangat teliti, sehingga dengan demikian, manusia akan dapat mengakui adanya Pencipta jagat raya ini dan seluruh isinya. 

Di samping itu adanya pergantian siang dan malam merupakan anugerah yang dapat dirasakan secara langsung oleh manusia dalam kehidupan mereka sehari-hari. Di waktu siang mereka dapat berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, untuk bertebaran mencari nafkah, sedangkan di waktu malam mereka dapat beristirahat untuk melepaskan lelah. Malam merupakan waktu yang paling tepat untuk menenangkan pikiran dan hati dengan meningkatkan kualitas ibadah, seperti zikir, doa dan shalat malam. Begitu pula dengan waktu siangnya, di mana seseorang dapat beraktifitas dengan semangat dan penuh optimis sebab ketenangan jiwa yang telah diupayakan saat malam harinya. 

Allah Swt. juga menjadikan tanda-tanda malam datang adalah hilangnya cahaya matahari dari ufuk barat, sehingga lama kelamaan hari menjadi gelap gulita. Hal ini merupakan tanda kekuasaan-Nya. Dengan adanya perbedaan waktu itu, manusia dapat dengan mudah menghitung tahun, bulan, minggu, dan harinya termasuk usia yang telah dilaluinya. Tidak hanya itu, kemudahan lainnya adalah upaya penyusunan kalender yang bisa dilakukan untuk setiap awal tahunnya. Dengan demikian, semua aktifitas manusia di dunia ini dapat dilakukan dengan terencana dan terukur hasilnya.

Rekayasa waktu yang telah Allah Swt. tetapkan ini bukanlah suatu kebetulan dan kebiasaan, bagi orang-orang yang benar-benar mengimani Dia pasti akan dianugerahkan kemampuan untuk memaknai tanda-tanda kekuasaan-Nya dengan memfungsikan akal sehatnya.

Sumber:
M. Ziyad, Tafsir Ilmu Tafsir (Jakarta: Kementerian Agama, 2016)
Amari Ma'ruf dan Nurhadi, Mengkaji Ilmu Tafsir 3 untuk Kelas XII Madrasah Aliyah Program Keagaamaan (Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2017)
Yadi Fajri, Tafsir (Jakarta: Kementerian Agama, 2019)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar