Minggu, 18 Oktober 2020

Kandungan Hadis Riwayat Al-Bukhari No. 5552 Tentang Kerja Sama dan Gotong Royong

Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Nu’man bin Basyir No. 5552

1. Hadits

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

2. Terjamah

Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami [Zakariya`] dari ['Amir] dia berkata; saya mendengar [An Nu'man bin Basyir] berkata; Rasulullah SAW. bersabda: "Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya)."

3. Takhrij Hadits

Hadis ini shahih. Diriwayatkan Shahih al-Bukhari, Hadis Nomor 5552; Shahih Muslim, Hadis Nomor 4685; Musnad Ahmad, Hadis Nomor 17648 dan 17654

4. Kandungan Hadits Riwayat Al-Bukhari No. 5552

Pada hadits ini, terdapat inti pembahasan antara orang-orang mukmin, di antaranya :

  • Kata تَرَاحُمِهِمْ (saling menyayangi). Maksudnya adalah sesama mukmin harus saling sayang menyayangi antara mukmin satu dengan mukmin yang lain tanpa ada sebab tertentu yang membuatnya terpaksa untuk mengasihi.
  • Kata تَوَادِّهِمْ (saling mencintai), menjelaskan bahwa seorang mukmin dengan mukmin yang lain dianjurkan untuk saling mencintai dengan apa yang dia sukai. Dengan mempererat persaudaraan dapat menimbulkan kecintaan, seperti menjenguk orang sakit, bersilahturahmi dan lain sebagainya.
  • Kata تَعَاطُفِهِمْ (saling tolong-menolong), menjelaskan bahwa manusia (mukmin) dianjurkan untuk saling tolong-menolong antara satu sama lain, karena manusia (mukmin) tidak akan bisa hidup tanpa bantuan manusia yang ada disekitarnya. Manusia adalah makhluk sosial. Selanjutnya kalimat : كَمَثَلِ الجَسَدِ، إِذَا اشْتَكىَ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَ الحُمَّى (adalah seperti satu badan, di mana jika ada satu anggota yang mengeluh sakit maka anggota-anggota yang lain ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam). Maksudnya, apabila seseorang mukmin bersedih atau mendapatkan musibah, maka komunitas mukmin yang lain akan ikut merasakannya.

Tidak dapat disangkal bahwa ikatan yang mempersatukan manusia berbeda dalam bentuk dan rupa. Manusia dikelompokkan sesuai dengan suku, bangsa, negara, dan kebangsaannya. Ikatan kekeluargaan atau berasal dari nenek moyang yang sama dipandang sebagai salah satu ikatan yang membentuk basis masyarakat manusia paling awal. Islam menempatkan ikatan keimanan sebagai dasar yang paling utama untuk mengikat manusia bersama-sama secara harmonis meskipun islam mengizinkan ikatan lainnya seperti, kekeluargaan sepanjang mereka tidak bertentangan dengan prinsip keimanan.

Masyarakat dibangun dalam pondasi kasih sayang dan sikap tolong menolong. Kasih sayang, perasaan saling mengasihi, dan saling membutuhkan membentuk dasar-dasar hubungan antar masyarakat Islam, baik mereka itu generasi tua ataupun generasi muda, golongan kaya atau golongan miskin, penguasa dan rakyat.

Masyarakat Islam ibarat satu tubuh. Hal tersebut terlihat jelas dan hubungan antara golongan Muhajirin dan Anshor. Golongan Muhajirin berhijrah dari Mekkah ke Madinah tidak bisa bekerja disebabkan ekonomi wilayah Madinah adalah pertanian. Muhajirin tidak mempunyai keterampilan dalam bertani karena masyarakat Mekkah adalah pedagang. Kaum Anshor memberikan harta, rumah, dan segala sesuatu yang dibutuhkan penduduk Mekkah dari golongan Muhajirin tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar