Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Nu’man bin Basyir No. 5552
1. Hadits
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا
زَكَرِيَّاءُ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ
بَشِيرٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَى
الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ
الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ
وَالْحُمَّى
2. Terjamah
Telah menceritakan
kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami [Zakariya`] dari
['Amir] dia berkata; saya mendengar [An Nu'man bin Basyir] berkata; Rasulullah SAW.
bersabda: "Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling
mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah
satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan
panas (turut merasakan sakitnya)."
3. Takhrij Hadits
Hadis ini shahih. Diriwayatkan
Shahih al-Bukhari, Hadis Nomor 5552; Shahih Muslim, Hadis Nomor 4685; Musnad
Ahmad, Hadis Nomor 17648 dan 17654
4. Kandungan Hadits Riwayat
Pada hadits ini, terdapat inti pembahasan antara orang-orang mukmin, di antaranya :
- Kata تَرَاحُمِهِمْ (saling menyayangi). Maksudnya adalah sesama mukmin harus saling sayang menyayangi antara mukmin satu dengan mukmin yang lain tanpa ada sebab tertentu yang membuatnya terpaksa untuk mengasihi.
- Kata تَوَادِّهِمْ (saling mencintai), menjelaskan bahwa seorang mukmin dengan mukmin yang lain dianjurkan untuk saling mencintai dengan apa yang dia sukai. Dengan mempererat persaudaraan dapat menimbulkan kecintaan, seperti menjenguk orang sakit, bersilahturahmi dan lain sebagainya.
- Kata تَعَاطُفِهِمْ (saling tolong-menolong), menjelaskan bahwa manusia (mukmin) dianjurkan untuk saling tolong-menolong antara satu sama lain, karena manusia (mukmin) tidak akan bisa hidup tanpa bantuan manusia yang ada disekitarnya. Manusia adalah makhluk sosial. Selanjutnya kalimat : كَمَثَلِ الجَسَدِ، إِذَا اشْتَكىَ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَ الحُمَّى (adalah seperti satu badan, di mana jika ada satu anggota yang mengeluh sakit maka anggota-anggota yang lain ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam). Maksudnya, apabila seseorang mukmin bersedih atau mendapatkan musibah, maka komunitas mukmin yang lain akan ikut merasakannya.
Tidak dapat disangkal bahwa
ikatan yang mempersatukan manusia berbeda dalam bentuk dan rupa. Manusia
dikelompokkan sesuai dengan suku, bangsa, negara, dan kebangsaannya. Ikatan
kekeluargaan atau berasal dari nenek moyang yang sama dipandang sebagai salah
satu ikatan yang membentuk basis masyarakat manusia paling awal. Islam
menempatkan ikatan keimanan sebagai dasar yang paling utama untuk mengikat
manusia bersama-sama secara harmonis meskipun islam mengizinkan ikatan lainnya
seperti, kekeluargaan sepanjang mereka tidak bertentangan dengan prinsip
keimanan.
Masyarakat dibangun dalam pondasi
kasih sayang dan sikap tolong menolong. Kasih sayang, perasaan saling
mengasihi, dan saling membutuhkan membentuk dasar-dasar hubungan antar
masyarakat Islam, baik mereka itu generasi tua ataupun generasi muda, golongan
kaya atau golongan miskin, penguasa dan rakyat.
Masyarakat Islam ibarat satu
tubuh. Hal tersebut terlihat jelas dan hubungan antara golongan Muhajirin dan
Anshor. Golongan Muhajirin berhijrah dari Mekkah ke Madinah tidak bisa bekerja
disebabkan ekonomi wilayah Madinah adalah pertanian. Muhajirin tidak mempunyai
keterampilan dalam bertani karena masyarakat Mekkah adalah pedagang. Kaum
Anshor memberikan harta, rumah, dan segala sesuatu yang dibutuhkan penduduk Mekkah
dari golongan Muhajirin tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar