Hadis Riwayat Al-Bukhari dari Abdullah bin Umar No. 2262
1. Hadits
حَدَّثَنَا يَحْيَى
بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ
سَالِمًا أَخْبَرَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي
حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ
كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
2. Terjemah
Telah menceritakan kepada kami [Yahya
bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu
Syihab] bahwa [Salim] mengabarkannya bahwa ['Abdullah bin 'Umar radliallahu
'anhuma] mengabarkannya bahwa Rasulullah SAW. bersabda: "Seorang muslim
adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzhaliminya dan tidak
membiarkannya untuk disakiti. Siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka
Allah akan membantu kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan satu kesusahan
seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari
kesusahan-kesusahan hari Kiamat. Dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim
maka Allah akan menutup aibnya pada hari Kiamat".
3. Takhrij Hadis
Hadis ini shahih. Diriwayatkan Shahih
Al-Bukhari, Nomor Hadis 2262 dan 6437; Shahih Muslim, Nomor Hadis 4677; Sunan
Abu Dawud, Nomor Hadis 2834
4. Kandungan Hadis Riwayat Al-Bukhari No. 2262
Hadits riwayat Ibnu ’Umar ini berupa
penegasan bahwasanya sesama muslim adalah saudara, juga disertai larangan untuk
menzalimi sesama Muslim. Maka kita tidak boleh membedakan antara yang satu
dengan yang lain, karena hal itu juga berarti kita menzalimi yang lain pihak.
Dengan kata lain, prinsip persaudaraan harus ditegakkan atas dasar kaidah
persamaan. Bila terjadi pertengkaran atau pertikaian, prinsip persaudaraan
wajib diterapkan pada semua pihak dan dilaksanakan hukum-hukumnya. Maka dalam
hal ini, hadits tersebut tidak bertentangan dengan petunjuk Allah dalam surat
al-Hujurât ayat 10:
إِنَّمَا
الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ
لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya
bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu
itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”
Secara nalar, tidak ada alasan bagi
manusia untuk bercerai-berai dan saling tidak mengenal. Yang ada seharusnya
adalah rasa saling berkasih sayang di antara manusia. Hal ini jika kita
berpikir tentang asal-usul semua jenis manusia, yaitu dari dua orang ayah-ibu
(Adam dan Hawa). Dengan demikian, Allah hendak menjadikan pangkal kekerabatan
manusia itu sebagai tempat saling bertemu dalam bentuk hubungan-hubungan
persaudaraan yang erat. Sebagaimana dalam firman Allah surat al-Hujurat ayat 13:
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا
وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ
إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan
kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang
yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Mengenal.”
Hadis ini menjelaskan bahwa semua
orang yang mengaku beragama Islam, yaitu orang muslim adalah saudara bagi muslim
lainnya. Hadis ini menganjurkan kepada orang muslim agar senantiasa saling
menolong dan bergaul dengan baik. Ini hadis yang mulia yang mengandung banyak nilai
berupa adab-adab kaum muslimin. Allah SWT. dengan sifat Pemurah lagi Penyayang,
dan juga Maha Pemaaf, tidak akan membiarkan hamba-Nya yang muslim dalam
kesulitan. Selama seorang muslim senantiasa membantu, menolong, menghilangkan
kesusahan saudara muslim lainnya. Allah SWT. juga akan menutupi keburukan-keburukan
atau aib seorang muslim di dunia juga di akhirat, dengan syarat seorang muslim
bisa menutupi aib saudara muslim lainnya.
Essensi yang dapat diambil dair hadis
ini adalah (1) Seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara; (2)
seorang muslim harus saling menolong dalam kebaikan dan bergaul secara baik;
(3) Allah SWT. akan senantiasa membalas semua perbuatan yang telah diperbuat
oleh manusia kepada sesamanya. Adapun implikasi yang terkandung dari hadis
Bukhari tentang persaudaraan di dalam Islam adalah sebagai berikut:
1. Menjaga persatuan dan perdamaian
dalam Islam
2. Memberikan hak dan kewajiban sesama
muslim
3. Senantiasa mengharapkan ridha Allah
untuk mendapatkan balasan dari-Nya, dan bukan balasan dari sesama manusia.
Sumber:
Padli Abdul Jabar, dkk., Implikasi
Pendidikan yang Terkandung dari Hadis Riwayat Bukhari tentang Persaudaraan di dalam
Islam terhadap Kepedulian Sosial, Prosiding Pendidikan Agama Islam, Volume
3, No. 1, Tahun 2017.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar