Minggu, 18 Oktober 2020

Kandungan Hadis Riwayat Al-Bukhari No. 2262 Tentang Kerja Sama dan Gotong Royong

Hadis Riwayat Al-Bukhari dari Abdullah bin Umar No. 2262

1. Hadits

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ سَالِمًا أَخْبَرَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

2. Terjemah

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] bahwa [Salim] mengabarkannya bahwa ['Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma] mengabarkannya bahwa Rasulullah SAW. bersabda: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzhaliminya dan tidak membiarkannya untuk disakiti. Siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari Kiamat. Dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari Kiamat".

3. Takhrij Hadis

Hadis ini shahih. Diriwayatkan Shahih Al-Bukhari, Nomor Hadis 2262 dan 6437; Shahih Muslim, Nomor Hadis 4677; Sunan Abu Dawud, Nomor Hadis 2834

4. Kandungan Hadis Riwayat Al-Bukhari No. 2262

Hadits riwayat Ibnu ’Umar ini berupa penegasan bahwasanya sesama muslim adalah saudara, juga disertai larangan untuk menzalimi sesama Muslim. Maka kita tidak boleh membedakan antara yang satu dengan yang lain, karena hal itu juga berarti kita menzalimi yang lain pihak. Dengan kata lain, prinsip persaudaraan harus ditegakkan atas dasar kaidah persamaan. Bila terjadi pertengkaran atau pertikaian, prinsip persaudaraan wajib diterapkan pada semua pihak dan dilaksanakan hukum-hukumnya. Maka dalam hal ini, hadits tersebut tidak bertentangan dengan petunjuk Allah dalam surat al-Hujurât ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

Secara nalar, tidak ada alasan bagi manusia untuk bercerai-berai dan saling tidak mengenal. Yang ada seharusnya adalah rasa saling berkasih sayang di antara manusia. Hal ini jika kita berpikir tentang asal-usul semua jenis manusia, yaitu dari dua orang ayah-ibu (Adam dan Hawa). Dengan demikian, Allah hendak menjadikan pangkal kekerabatan manusia itu sebagai tempat saling bertemu dalam bentuk hubungan-hubungan persaudaraan yang erat. Sebagaimana dalam firman Allah surat al-Hujurat ayat 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Hadis ini menjelaskan bahwa semua orang yang mengaku beragama Islam, yaitu orang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Hadis ini menganjurkan kepada orang muslim agar senantiasa saling menolong dan bergaul dengan baik. Ini hadis yang mulia yang mengandung banyak nilai berupa adab-adab kaum muslimin. Allah SWT. dengan sifat Pemurah lagi Penyayang, dan juga Maha Pemaaf, tidak akan membiarkan hamba-Nya yang muslim dalam kesulitan. Selama seorang muslim senantiasa membantu, menolong, menghilangkan kesusahan saudara muslim lainnya. Allah SWT. juga akan menutupi keburukan-keburukan atau aib seorang muslim di dunia juga di akhirat, dengan syarat seorang muslim bisa menutupi aib saudara muslim lainnya.

Essensi yang dapat diambil dair hadis ini adalah (1) Seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara; (2) seorang muslim harus saling menolong dalam kebaikan dan bergaul secara baik; (3) Allah SWT. akan senantiasa membalas semua perbuatan yang telah diperbuat oleh manusia kepada sesamanya. Adapun implikasi yang terkandung dari hadis Bukhari tentang persaudaraan di dalam Islam adalah sebagai berikut:

1. Menjaga persatuan dan perdamaian dalam Islam

2. Memberikan hak dan kewajiban sesama muslim

3. Senantiasa mengharapkan ridha Allah untuk mendapatkan balasan dari-Nya, dan bukan balasan dari sesama manusia.

 

Sumber:

Padli Abdul Jabar, dkk., Implikasi Pendidikan yang Terkandung dari Hadis Riwayat Bukhari tentang Persaudaraan di dalam Islam terhadap Kepedulian Sosial, Prosiding Pendidikan Agama Islam, Volume 3, No. 1, Tahun 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar